Greetings

LET'S GET CRAZY WITH THIS BLOG



Kamis, 30 September 2010

Riset dan Metodologi
Dalam tugas pertama pada mata kuliah analisa hubungan internasional ini, bahan kajian utama yang menjadi topik kuliah dan diskusi kelas ialah mengenai riset dan metodologi. Di dalam disiplin ilmu hubungan internasional sendiri jika dibandingkan dengan disiplin ilmu sosial lainnya dapat dikatakan merupakan disiplin ilmu yang masih relatif baru dan mampu berkembang begitu cepat seiring dengan cepatnya laju perkembangan dunia. Oleh karena itulah riset dan metodologi dalam kajian analisa hubungan internasional selalu ikut berkembang dari waktu ke waktu sehingga memunculkan banyak konsep dan teori-teori baru yang dapat dipelajari dan berpengaruh terhadap sistem internasional yang ada.
Untuk lebih memahami bagaimana dan apa riset serta metodologi yang ada dalam analisa hubungan internasional, pada kuliah pertama ditawarkan beberapa kerangka pertanyaan yang harus dijawab guna mempermudah dan sebagai pedoman awal dalam pemahaman yang akan diberikan lebih lanjut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain: Apa itu riset dan metodologi? Mengapa riset harus dilakukan? Mengapa metodologi itu diperlukan dalam sebuah riset? Apa saja tipe serta unsur yang ada di dalam riset? dan bagaimana memilih topic untuk riset?.
Pertanyaan yang pertama adalah apa yang dimaksud riset dan metodologi. Secara umum, apabila kita mendengarkan dan membaca kata riset, maka satu hal yang pasti akan muncul dalam benak pikiran kita adalah suatu penelitian. Namun penelitian yang bagaimana? Kita bisa saja memberikan definisi terhadap apa arti kata riset sesuai dengan pemikiran kita akan tetapi disini diperlukan satu pengertian yang bersifat normatif dan ilmiah terhadap apa itu arti kata riset. Riset merupakan satu hal yang bisa dikatakan paten dan harus ada di dalam satu penelitian. Dapat dikatakan juga riset merupakan satu tahap awal untuk membentuk pengetahuan baru. Salah satu contoh definisi apa itu riset juga diungkapkan oleh Proboyekti sebagai suatu proses yang dilakukan untuk mengumpulkan data lalu dianalisa dan diterjemahkan secara sistematis untuk menambah pengetahuan dari satu fenomena menarik di sekitar kita.[1]
Satu definisi lain yang hampir sama dengan definisi riset oleh Proboyekti diatas mengatakan bahwa riset merupakan satu proses penelitian yang akurat dan sistematis dalam proses yang formal dan digunakan untuk menemukan jawaban atas satu masalah serta menerjemahkan satu hubungan baru[2]. Dalam beberapa definisi pengertian dari beberapa ilmuwan terhadap apa itu riset dapat dipahami bahwa riset merupakan satu titik awal untuk membuat satu penelitian ilmiah baru yang nantinya akan menjawab beberapa pertanyaan dengan akurat dan sistematis.[3]
Dalam satu penelitian yang baik dibutuhkan suatu riset yang baik dan dalam satu riset yang baik pasti juga dibutuhkan suatu metodologi yang baik pula. Metodologi digunakan untuk mengawali dan menjalankan satu riset. Untuk itu diperlukan satu bentuk pemikiran yang strategis terhadap penggunaan satu metodologi. Jika penggunaan metodologi tepat, maka metodologi dapat digunakan sebagai alat penyangga atau pondasi utama sebuah riset agar riset yang dilakukan tetap berada dalam jalur yang benar. Metodologi juga dapat dipandang sebagai logika kajian penalaran yang tepat. Metodologi merupakan satu bagian epistemologis untuk mengkaji urutan langkah yang digunakan di dalam riset agar pengetahuan yang di dapat mampu memenuhi kriteria ilmiah. Dalam hal ini Herbert juga memberikan satu definisi ilmiah mengenai apa itu metodologi. Bagi Herbert, metodologi merupakan suatu keterangan dari menjabarkan satu hal dari prinsip-prinsip yang ada[4] sedangkan Stammler mendefinisikan sedikit berbeda. Stammler menyatakan bahwa metodologi merupakan aturan-aturan yang dengan hal itu bahan pengetahuan dan kehendak pandangan yang utuh dinilai secara mendasar[5]. Dari sedikit uraian diatas maka dapat dipahami bahwa metodologi merupakan satu bentuk panduan prosedur untuk mencapai sebuah bentuk analisa dan kesimpulan dalam sebuah riset sehingga metodologi dapat dikatakan sebagai bagian yang fundamental terhadap satu riset untuk menghasilkan pengetahuan baru yang bersifat ilmiah.
Jika kita membicarakan mengenai riset dan membaca sedikit uraian diatas maka akan terbesit dibenak kita sebenarnya apa tujuan dilakukan riset. Di penjelasan sebelumnya, tujuan riset telah sedikit dibahas secara eksplisit sebagai cara untuk mencari solusi atau jawaban atas masalah yang terjadi di sekitar kita. Namun apakah tujuan riset hanya terbatas hingga disitu saja? Jawabannya tidak juga. Setidaknya ada empat tujuan utama kenapa kita harus melakukan riset. Empat tujuan tersebut adalah tujuan eksploratif, verifikatif, developmental, dan penulisan karya ilmiah.
Untuk tujuan eksploratif, riset digunakan untuk mencari dan menemukan adanya hal atau hubungan yang baru mengenai satu subjek tertentu. Seperti halnya pencarian terhadap satu konsep atau teori baru dalam suatu sistem tertentu. Tujuan kedua ialah tujuan verifikatif yaitu dimana riset digunakan untuk membuktikan atau mencari kebenaran atas suatu teori. Disinilah kemungkinan akan muncul teori-teori kritis yang nantinya mempertanyakan kebenaran teori utama. Lalu tujuan ketiga adalah tujuan pengembangan atau developmental. Disini riset berguna untuk mengembangkan atau menyempurnakan sesuatu pengetahuan yang telah ada. Tujuan terakhir adalah untuk alat penulisan ilmiah seperti tesis ataupun skripsi. Tujuan-tujuan riset diatas tentu akan lebih meningkatkan pemahaman akan betapa pentingnya sebuah riset dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat dan dinamis terutama untuk perkembangan analisa ilmu dan teori-teori dalam kajian hubungan internasional.
Selain tujuan riset, dalam melakukan suatu riset, sangat penting untuk juga memahami jenis masalah apa yang akan diteliti dan riset yang bagaimana yang harus dilakukan agar sesuai dengan tipe masalah yang akan menjadi topic utama penelitian. Ini dilakukan agar peneliti dapat memahami jenis masalah dan mendapat jalan keluar yang benar serta sistematis dan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk itu disini terdapat beberapa tipe riset yang nantinya dapat dipilih untuk disesuaikan dengan fenomena masalah yang akan dikerjakan. Tipe pertama adalah analisis yang digunakan untuk mencari tahu sebab-akibat, hubungan serta kebenaran dibalik suatu permasalahan. Tipe kedua adalah riset komparasi yang tentunya untuk mencari tingkat persamaan dan perbedaan atas dua permasalahan yang sejenis namun tidak sama. Tipe yang terakhir adalah argumentasi yang mana digunakan untuk menempatkan diri pada satu posisi setuju ataupun tidak setuju terhadap satu analisa berdasarkan analisa baru serta bukti-bukti yang kuat, logis dan dapat diterima. Selain menentukan tipe riset apa yang akan dilakukan, perlu juga diketahui unsur-unsur sistematis yang harus ada di dalam setiap riset. Unsur-unsur ini dimaksudkan agar penelitian yang dilakukan lebih sistematis dan lebih tertata secara urut sehingga dapat memudahkan untuk menganalisa serta menentukan hasil akhir dari riset nantinya. Unsur-unsur tersebut antara lain adalah tinjauan dan cangkupan penelitian yang berguna sebagai batas dalam penelitian agar penelitian lebih focus dan tidak menyimpang dari topic awal. Lalu ada juga latar belakang serta rumusan permasalahan [6]untuk mengetahui bagaimana awal mula masalah itu terjadi dan merumuskan inti dari permasalahan tersebut yang akan dicari solusi serta jawabannya. Ketiga terdapat tinjauan pustaka yang mana berisikan suatu peninjauan kembali suatu pustaka seperti laporan atau penelitian sebelumnya tentang masalah yang berkaitan meskipun tidak harus identik namun masih ada kaitannya atau bersifat collateral yang berfungsi sebagai salah satu bagian yang nantinya akan membuat penelitian jadi lebih bisa dipertanggungjawabkan. Seoerti apa yang ditulis oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak peneliti yang mengetahui tulisan yang dilakukan sebelumnya yang tentunya berkaitan maka semakin dapat dipertanggungjawabkan penelitian terhadap suatu masalah yang dihadapi. Landasan teori ialah teori yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisa dan hipotesis yang akan diambil. Lalu ada hipotesis yaitu menurut Good dan Scates (1954) hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya. Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.[7]Hipotesis tidak akan seterusnya benar karena hanyalah merupakan jawaban sementara yang nantinya akan diuji lagi dengan menambahkan teori serta analisa mendalam untuk menentukan jawaban yang paling akurat. Disini bisa jadi sebuah hipotesis akan difalsifikasi atau dibenarkan. Terakhir adalah daftar pustaka yang merupakan susunan dari sumber-sumber berupa buku ataupun artikel-artikel penting yang telah membantu memberi referensi pada riset yang dilakukan yang biasanya disusun sedemikian rupa secara urut abjad.
Setelah memahami apa itu riset serta apa saja unsure serta tipe riset itu, maka masih ada pertanyaan dasar yang terkadang membingungkan para peneliti yang akan melakukan riset yaitu pemilihan topik riset. Di dalam bukunya, Lester menjelaskan bahwa ada beberapa cara untuk menentukan topik riset. Cara-cara tersebut diantaranya: Free Writing yaitu kita dapat secara bebas menuliskan apa yang ada di pikiran asalkan berkaitan dengan tema tanpa peduli mengenai tata bahasa dan dari tulisan-tulisan tersebut dipilih yang terbaik dan diteruskan menjadi satu riset. Clustering yang mana diawali dengan menentukan tema besar di tengah (sebagai pusat) kertas lalu ditarik beberapa garis keluar untuk membuat beberapa anak tema yang kemudia dipilih yang paling spesifik dan digunakan sebagai tema riset. Pada intinya dalam membuat suatu riset, perlu bagi kita untuk mengetahui dasar-dasar permasalahan yang akan diteliti serta bagaimana dan dengan apa kita akan meneliti permasalahan tersebut.[8] Tanpa memahami hal ini maka penelitian tidak akan berjalan dengan baik dan akan diragukan keilmiahannya.

Daftar Pustaka :
Blaster,L and Christina Huge and Maleom Thight.2006. How to Research 2nd ed. Open University Press : Brekshele, England.
Herbart, Johann Friedrich.nd. Einleitungin die Philosophie.sl
Lester.nd.Finding a Topic no.2.sl
Proboyekti, U.2009. Apa Itu Research, Riset atau Penelitian?. Teknik Informatika dan Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Kristen Duta Wacana. (diakses pada 24 September 2010).
Waltz dan Bausell dalam penelitian skripsi,tesis, dan analisis definisi penelitian ilmiah (diakses pada 24 September 2010).



[1] Dari U.Proboyekti dalam satu artikel onlinenya yang berjudul “Apa itu Research, Riset atau Penelitian” dari Teknik Informatika dan Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Kristen Duta Wacana.
[2] Dari Waltz dan Bausell dalam penelitian skripsi,tesis,dan analisis definisi penelitian ilmiah.
[3] Pengertian lain juga diungkapkan oleh beberapa ilmuwan seperti Berkner (1985) yang secara lebih tegas mengungkapkan bahwa riset adalah usaha secara ilmiah untuk mendapatkan dan memperluas ilmu yang telah dimiliki dan National Science Foundation (1956) sebagai usaha pencarian secara sistematik dan mendalam untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang sempurna tentang satu subyek pembelajaran.
[4] Untuk lebih lengkapnya, penjelasan dapat dibaca di Johann Friedrich Herbart (1776-1841) Einleitungin die Philosophie, psl. 13
[5] Lebih jelas di dalam karya Rudolf Stammler (1856-1938) Lehre vom richtigen Recht, 349
[6] Disinilah muncul research question yang harus dijawab sebagai jawaban utama penelitian
[7]Dari Moh.Nazir,ph. D. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta: 2003, hal 151

[8] Untuk uraian lebih lengkap dapat dibaca dalam Lester, Finding a Topic, no 2, hlm 10-31.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar