Greetings

LET'S GET CRAZY WITH THIS BLOG



Minggu, 31 Oktober 2010

Identifikasi Peran dan Tujuan Teori Serta Cara Membangun Kerangka Teoretis Dalam Penelitian
By: Qisthi Aulia Fida

Peran dan Tujuan Teori dalam Penelitian
Ada dua jenis metodologi dan metode yang umumnya digunakan pada setiap penelitian yaitu kuantitatif serta kualitatif. Kedua jenis metodologi ini memiliki signifikansi berbeda terhadap penggunaan teori di dalamnya. Pada penelitian kuantitatif kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dari teori tersebut instrumen penelitian ditentukan. Alur penjelasan dalam penelitian kuantitatif berbentuk deduktif, yaitu suatu alur berpikir yang mengawali penjelasannya dengan penjelasanpenjelasan yang bersifat umum dan mengakhiri penjelasan-penjelasan yang bersifat khusus.
Karakteristik teori menurut Creswell (1994) adalah teori berisikan konsep atau konstruk dan variabel yang dinyatakan dalam satu bentuk pernyataan hubungan yang secara umum dikenal sebagai proposisi secara sistematis menunjukkan pola, sifat, arah, dan bentuk hubungan antarkonsep atau variabel dan bertujuan menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena sosial tertentu. Oleh karenanya dapat disimpulkan peran teori adalah memberi kerangka pemikiran bagi pelaksanaan penelitian, membantu peneliti dalam mengkonstruksi hipotesis penelitian, dapat dipergunakan sebagai dasar atau landasan dalam menjelaskan dan memaknai data atau fakta yang telah dikumpulkan, dan dalam hubungannya dengan perumusan masalah penelitian. Suatu pernyataan dikatakan sebagai teori bila di dalamnya terdapat serangkaian proposisi antara konsep-konsep yang saling berhubungan, yang menjelaskan secara sistematis suatu fenomena sosial mengenai hubungan di antara konsep yang ada dan menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya serta bagaimana bentuk hubungannya. Komponen dari teori adalah konsep-konsep, variabel-variabel, dan proposisi-proposisi. Setiap gejala sosial yang dijelaskan dengan suatu teori akan menjelaskan pula tingkat analisis dari gejala sosial yang dimaksud.
Fungsi teori sendiri dalam suatu penelitian kuantitatif adalah untuk merumuskan pertanyaan penelitian, mengidentifikasi konsep-konsep dan merumuskannya ke dalam bentuk variabel-variabel, merumuskan hipotesis, dan menetapkan unit analisis. Berbeda halnya dengan penelitian kualitatif. Pada penelitian jenis ini teori berperan sebagai pelengkap dari data. Dalam hal ini teori akan memperkuat analisis penelitian kita namun teori sendiri bukanlah satu-satunya alat analisis atau pelengkap data. Bisa saja data di dapat dari beberapa literatur tanpa menggunakan teori. Selain itupada kualitatif logika induktif yang digunakan sehingga pada akhirnya akan berujung pada pengembangan dan penempatan penciptaan teori[1]. Jadi di dalam pnelitian kualitatif teori adalah tujuan akhir dari penelitian dan bukan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian serta teori menjadi salah satu data yang bisa digunakan untuk melihat sebuah kejadian dari satu perspektif. Karena itu mengumpulkan semua informasi dalam kualitatif sangatllah penting karena informasi tersebut dapat menambah ketajaman analisa serta dapat digunakan sebagai rujukan dalam pembahasan hasil penelitian.
Membangun Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian. Di dalamnya dikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan di antara variabel-variabel yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara. Observasi, dan juga studi literatur. Menurut Uma Sekaran (1984), yang dimaksud dengan kerangka kerja teoritis adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan di antara berbagai macam faktor yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu hal yang penting bagi suatu masalah.[2]. Dengan kata lain, kerangka kerja teoritis membahas keterhubungan antar variabel yang dianggap terintegrasikan dalam dinamika situasi yang akan diteliti. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual, memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti.
Kerangka kerja teoritis yang baik, mengidentifikasikan dan menyebutkan variabel-variabel penting yang terkait dengan masalah penelitian. Secara logis menguraikan keterhubungan di antara variabel tersebut. Hubungan antara variabel independen dengan dependen, dan kalau ada, variabel moderator dan juga intervening akan dimunculkan. Hubungan tersebut tidak hanya digambarkan, melainkan juga diterangkan secara rinci.
Ada lima komponen dasar yang seharusnya ditampakan dalam kerangka kerja teoritis.
Variabel-variabel yang dianggap relevan untuk diteliti harus diidentifikasi secara jelas dan diberi label.
Harus ada penjelasan tentang bagaimana hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Harus juga ada penjelasan apakah hubungan antar variable tersebut positif atau negatif.
Harus disertakan diagram sebagai visualisasi, agar pembaca lebih mempunyai gambaran.

Kerangka teoretis menjadi satu bagian yang paling penting di dalam penelitian khususnya dalam penelitian kuantitatif disebabkan oleh adanya asas positivistik yang mengharuskan untuk menggunakan teori dalam melakukan penelitian, pendataan dan juga analisis pemecahan masalahnya dan teori yang digunakan haruslah relevan dengan konteks dan isi penelitian. Selain itu memang pada dasarnya pada pola pemikiran deduktif seluruh prosedur penelitian memang berpedoman terhadap teori sehingga teori harus mampu menjelaskan secara logis kesaling-terhubungan dua atau lebih konsep (variabel) untuk tujuan menjelaskan suatu fenomena atau hubungan antara satu fenomena tertentu untuk menjelaskan atau bahkan memprediksi gejala-gejala tersebut[3].
Sekali lagi bahwa kerangka teori merupakan alat yang digunakan untuk menjelaskan teori yag ditulis dengan hubungan antara gejala atau masalah yang menjadi fokus penelitian. Dari kerangka teori ini kemudian dihasilkan hipotesis dan variabel-variabel. Hipotesis yang dibentuk secara logis dari fakta dan teori yang ada akan diuji kebenarannya. Pada dasarnya melalui tahap kerangka teoritis, hipotesis dikembangkan untuk menguji apakah teori yang diformulasi valid atau tidak. Dalam proses inilah peran varibel mulai muncul dan digunakan.
Pada dasarnya terdapat dua jenis variabel yaitu dependen, dan independen. Variabel dependen adalah varibel yang dipengaruhi oleh variabel independen dan variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen[4]. Namun pada setiap penelitian yang menggunakan variabel sebagai penjelas fakta seringkali menemukan adanya variabel lain yang mempengaruhi hubungan antar variabel independen dan dependen yang saringkali dikenal sebagao variabel moderat dan variabel intervening. Variabel moderat mampu mempengaruhi hubungan antara variabel dependen dan independen. Variabel moderating merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antar variabel. Sifat hubungan yang positif dan negatif dalam hbungan antarvariabel inilah yang bergantung pada variabel moderat. Sedangkan variabel intervening terletak diantara variabel dependen dan independen sehingga dengan adanya variabel ini maka variabel dependen tidak dapat secara langsung dipengaruhi oleh variabel independennya.

Referensi
Sekaran, Uma. 1984.Research Methods for Business: A Skill Building Approach, Second Edition. Singapura: John Willey and Sons,Inc.
Silalahi, Ulber. 2006. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Unpar Press.
http://www.analytictech.com/mb313/elements.htm



[1] Uber Silalahi dalam Metode Penelitian Sosial. hlm 70-71.2006
[2] Uma Seakaran, Research Methods for Business, A Skill Building Approach, Second Edition, 1984.
[3] Kerlinger(1994) di dalam Ulber Silalahi. Metode Penelitian Sosial. 2006.
[4] Variabel dependen seringkali dikenal sebagai variabel terikat dan presumed effect variable karena merupakan akibat dari adanya variabel independen yang juga disebut sebagai variabel bebas dan presumed cause variable karena merupakan sebab dari munculnya variabel dependen. Selain itu Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel yang mendahului (antecendent variable) dan variabel dependen sebagai variabel konsekuensi (consequent variable).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar